[INNOVATION.INDEX]ETALASE KARYA REKAYASA
TEKNOLOGI & INDUSTRI 4.0

Inovasi & Kreativitas Guru dan Siswa

Karya rekayasa tepat guna, otomasi industri cerdas, aplikasi sistem digital, dan riset sains terapan ciptaan guru dan siswa SMK SMTI Pontianak.

Reset
Formulasi Produk Cairan Pembersih Kaca
INOVASIINDIVIDU
Kewirausahaan & Produk KreatifTahun 2024

Formulasi Produk Cairan Pembersih Kaca

Pengembangan produk cairan pembersih kaca melalui program Teaching Factory membekali siswa teknik kimia industri dengan pengalaman produksi kimia komersial secara nyata. Selain menguasai formulasi dan uji kualitas larutan pembersih, siswa juga dilatih berwirausaha lewat integrasi mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan. Lebih dari itu, produk inovatif karya siswa ini telah diaplikasikan secara langsung dalam kegiatan pemeliharaan kebersihan fasilitas sekolah sehari-hari.

Ni Luh Made Widayantini, S.SiRancang Bangun
Formulasi Produk Sabun Cair Cuci Piring
INOVASITIM
Kewirausahaan & Produk KreatifTahun 2024

Formulasi Produk Sabun Cair Cuci Piring

Pengembangan produk sabun cuci piring dalam model Teaching Factory menjembatani kompetensi teknis kimia dan jiwa bisnis siswa secara nyata. Melalui produksi berskala riil, siswa menguasai formulasi dan pengendalian mutu sekaligus mengelola aspek komersial. Integrasi dengan mata pelajaran Kreativitas, Inovasi, dan Kewirausahaan juga melatih siswa menciptakan diferensiasi produk, strategi branding, dan analisis kelayakan usaha secara mandiri.

Ni Luh Made Widayantini, S.SiRancang Bangun
PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG TELUR SEBAGAI  ADSORBEN  UNTUK MENURUNKAN  KONSENTRASI ION NIKEL (Ni2+)
INOVASITIM
1 Dok
Riset & Karya IlmiahTahun 2022

PEMANFAATAN LIMBAH CANGKANG TELUR SEBAGAI ADSORBEN UNTUK MENURUNKAN KONSENTRASI ION NIKEL (Ni2+)

Limbah cangkang telur dapat digunakan sebagai adsorben untuk menurunkan konsentrasi ion Ni2+. Ukuran partikel adsorben limbah cangkang telur yang paling efektif untuk menurunkan konsentrasi ion Ni2+ dalam penelitian ini adalah -10/+35 mesh, dengan efekttivitas penurunan 20,34%.

Ni Luh Made Widayantini, S.SiRancang Bangun
← SebelumnyaHalaman 2 dari 2