INOVASILingkungan & EnergiTIMTahun 2026
Solar Electrocoagulation : Pemanfaatan Energi Surya sebagai Sumber Daya Alternatif pada Proses Elektrokoagulasi Air Gambut
Inovator / Tim: Gendis Yayi Krisnanti, S.Si.
15 kali dilihat
TAHUN KARYA2026
TIPE KEPEMILIKANTIM
KATEGORI BIDANGLingkungan & Energi
PROGRES SELESAI100%
TIM INOVATOR & KONTRIBUTOR
Gendis Yayi Krisnanti, S.Si.
Inisiator / Pembuat
Alysa Fatma Arifani
Cheisya Ayu Ekapintra
Cahaya Fathimaa Azzahraa
Inovasi ini memanfaatkan energi surya sebagai sumber listrik alternatif untuk menggerakkan proses elektrokoagulasi dalam pengolahan air gambut. Sistem dirancang untuk mengintegrasikan energi terbarukan dan teknologi pengolahan air sehingga menghasilkan proses yang lebih mandiri, aplikatif, dan berpotensi dikembangkan untuk skala rumah tangga.
Deskripsi Lengkap Inovasi
Kawasan lahan gambut di Kalimantan Barat menghadapi tantangan dalam penyediaan air bersih, sementara air gambut secara alami memiliki karakteristik asam, berwarna, dan mengandung zat organik serta logam terlarut sehingga memerlukan pengolahan sebelum digunakan. Solar Electrocoagulation hadir sebagai inovasi yang mengintegrasikan energi surya dengan teknologi elektrokoagulasi untuk mengolah air gambut secara lebih mandiri, khususnya bagi rumah tangga di kawasan yang memiliki keterbatasan akses listrik.
Proses kerja dilakukan melalui rancang bangun prototipe skala laboratorium (1 liter) yang mengintegrasikan panel surya, solar charge controller, aki kering, dan reaktor elektrokoagulasi berisi empat elektroda alumunium. Energi dari matahari akan di konversi oleh panel surya menjadi energi listrik yang dapat disimpan dalam baterai kering. Energi listrik dialirkan ke dalam reaktor elektrokoagulasi, yang kemudian terjadi proses reaksi elektrokimia pada kedua kutub anoda dan katoda yang menyebabkan air gambut menjadi jernih setelah proses elektrokoagulasi berlangsung
Hasil Analisis & Proses Rekayasa
Inovasi ini ini berhasil mengintegrasikan subsistem kelistrikan tenaga surya (panel surya, solar charge controller, dan aki kering sebagai penyimpan energi) dengan subsistem reaktor elektrokoagulasi. Pengujian pada skala 1 liter menunjukkan bahwa sistem dapat beroperasi menggunakan sumber energi surya dengan tegangan kerja 10V dan arus terukur 0,9A selama 10 menit.
Hasil pengujian juga menunjukkan perubahan kualitas air gambut sebelum dan sesudah pengolahan. Nilai pH meningkat dari 5,81 menjadi 7,26; 7,35; dan 7,59 secara berurutan untuk ketiga variasi waktu proses (10, 20, dan 30 menit). Nilai Total Dissolved Solid (TDS) mengalami kenaikan dari 47 mg/L menjadi 152 mg/L, 153 mg/L, dan 152 mg/L. Kadar besi (Fe) yang diuji menggunakan iron test menunjukkan penurunan dari 1 mg/L menjadi 0 mg/L pada ketiga variasi proses, sementara turbiditas air menurun dari 6,20 NTU menjadi 0 NTU.
Hasil Akhir & Dampak Penerapan
Prototipe ini memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai unit pengolahan air gambut skala rumah tangga, terutama di wilayah yang memiliki potensi energi surya tetapi akses listriknya terbatas. Pengembangan selanjutnya dapat diarahkan pada desain yang lebih ringkas, sistem kontrol otomatis, pemantauan parameter secara digital, serta optimasi kapasitas pengolahan agar teknologi dapat diterapkan secara praktis di masyarakat.

