INOVASILingkungan & EnergiTIMTahun 2026

Pengolahan Limbah Kulit Nanas Menjadi EcoEnzym

Inovator / Tim: Ni Luh Made Widayantini, S.Si
12 kali dilihat
TAHUN KARYA2026
TIPE KEPEMILIKANTIM
KATEGORI BIDANGLingkungan & Energi
PROGRES SELESAI100%

TIM INOVATOR & KONTRIBUTOR

Ni Luh Made Widayantini, S.Si.

Guru Mapel

PEMBIMBING

Abdul Qohar, S.T.

Inisiator

KETUA
Praktik pengolahan limbah kulit nanas menjadi eco-enzyme diterapkan pada mapel K3 dan Lingkungan Hidup Kelas X. Limbah dicampur gula merah dan air keran, lalu difermetasikan 3 bulan (bulan pertama rutin buka tutup wadah untuk peleasan gas). Cairan ini multiguna sebagai pembersih serbaguna, pembersih saluran air, penghilang bau, perawatan kulit, pupuk tanaman, hingga penetralisir pestisida. Praktik ini melatih siswa menerapkan green chemistry dan kesadaran lingkungan sesuai standar K3LH.

Deskripsi Lengkap Inovasi

Praktik pengolahan limbah organik menjadi produk ramah lingkungan telah diterapkan secara nyata pada mata pelajaran K3 dan Lingkungan Hidup di kelas X Jurusan Teknik Kimia Industri. Kegiatan ini memanfaatkan limbah kulit nanas sisa pengolahan sebagai bahan baku utama, yang kemudian dicampur dengan larutan gula merah dan air keran (tap water) di dalam wadah kedap udara. Proses pembuatan ini melibatkan tahap fermentasi selama tiga bulan penuh, di mana pada satu bulan pertama tutup wadah harus dibuka secara berkala untuk melepaskan akumulasi gas hasil metabolisme mikroorganisme agar wadah tidak mengalami tekanan berlebih. Cairan eco-enzyme yang dihasilkan dari proses bioteknologi sederhana ini memiliki berbagai manfaat multiguna bagi kebersihan dan lingkungan, antara lain: 1. Pembersih Serbaguna Alami: Efektif digunakan untuk mencuci piring, membersihkan noda minyak di dapur, serta mencuci pakaian karena kandungan enzim aktifnya mampu mengurai lemak dan kotoran secara alami. 2. Pembersih Saluran Air (Bio-drain cleaner): Mampu mencegah penyumbatan pipa dan saluran pembuangan air dengan cara menguraikan lemak, sabun, serta kotoran organik yang menumpuk di dalam pipa. 3. Penghilang Bau dan Sterilisasi Ruangan: Ampuh menghilangkan bau tak sedap pada kandang hewan, sepatu, atau ruangan, sekaligus bertindak sebagai disinfektan alami. 4. Perawatan Kulit dan Tubuh: Dapat digunakan sebagai campuran air mandi untuk membantu meredakan gatal-gatal, masalah kulit ringan, serta perawatan antiseptik alami setelah diencerkan dengan takaran yang aman. 5. Pupuk dan Penyubur Tanaman: Berfungsi sebagai nutrisi tambahan untuk menyuburkan tanaman, memperbaiki struktur tanah, serta merangsang pertumbuhan akar jika diencerkan dengan air penyiraman secara berkala. 6. Penetralisir Residu Kimia: Membantu membersihkan sisa pestisida atau bahan kimia pada permukaan buah dan sayuran sebelum dikonsumsi melalui perendaman dalam larutan encer. Melalui praktik ini, siswa tidak hanya dilatih mengimplementasikan prinsip green chemistry dan pengelolaan limbah berkelanjutan, tetapi juga dibekali kesadaran ekologis yang kuat sesuai dengan standar Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan Hidup (K3LH).

GALERI DOKUMENTASI KARYA

Cover Utama
Cover Utama
PBM ECOENZYM.jpeg
PBM ECOENZYM.jpeg