KREATIVITASLingkungan & EnergiTIMTahun 2025
CITROPAPER (Citronella Waste into Creative Paper)
Inovator / Tim: Gendis Yayi Krisnanti, S.Si.
10 kali dilihat
TAHUN KARYA2025
TIPE KEPEMILIKANTIM
KATEGORI BIDANGLingkungan & Energi
PROGRES SELESAI100%
TIM INOVATOR & KONTRIBUTOR
Gendis Yayi Krisnanti, S.Si.
Inisiator / Pembuat
Lailatul Safitri
Geisha Luna Ramadhani
Pemanfaatan ampas penyulingan daun sereh wangi sebagai bahan baku alternatif pembuatan kertas daur ulang
Deskripsi Lengkap Inovasi
Ampas daun sereh wangi merupakan limbah hasil penyulingan minyak sereh wangi. SMK SMTI PONTIANAK melaksanakan Uji Kompetensi di konsentrasi keahlian Teknik Kimia Industri dengan salah satu kompetensi keahlian sebagai Operator Minyak Atsiri. Kegiatan ini menghasilkan limbah daun sereh wangi dalam jumlah yang cukup banyak. Kondisi ini memunculkan pemikiran tentang pemanfaatan limbah tersebut menjadi produk yang lebih berguna dan bernilai tambah. Dengan demikian, tercipta sebuah ide untuk meneliti potensi daun sereh wangi sebagai bahan baku alternatif dalam pembuatan kertas.
Pembuatan CITROPAPER diawali dengan persiapan bahan baku. Ampas daun sereh wangi hasil penyulingan minyak sereh diambil dan dikeringkan di bawah sinar matahari hingga kering. Ampas daun sereh wangi yang telah kering diperkecil ukurannya kurang lebih 2-4 cm untuk mempercepat pemasakan. Ampas daun sereh dimasak dengan larutan NaOH 10% dengan perbandingan 1:10 (b/v) selama 90 menit hingga daun menjadi lembek. Pulp kasar yang dihasilkan dicuci hingga bersih untuk menghilangkan lignin dan sisa larutan NaOH. Setelah pencucian, pulp kasar yang dengan cara diblender. Kertas dibuat dengan cara menghomogenkan bubur kertas dari pulp yang ditambahkan air (perbandingan 1:50) dan tepung tapioka 2,5%. Kertas dicetak menggunakan cetakan screening kemudian dijemur di bawah sinar matahari hingga kertas dapat dilepaskan. Pemanfaatan kertas yang telah diperoleh kemudian di manfaatkan untuk bahan kerajinan bernilai guna, seperti selubung pulpen, paper bag.
Hasil Analisis & Proses Rekayasa
Pemanfaatan ampas penyulingan daun sereh wangi sebagai bahan baku alternatif pembuatan kertas seni menghasilkan produk CITROPAPER, yaitu kertas seni berbasis serat tanaman yang memanfaatkan kembali limbah hasil proses penyulingan. Ampas sereh wangi yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal diolah melalui beberapa tahapan, meliputi sortasi dan pembersihan bahan, pengeringan, pemotongan, perebusan atau pelunakan serat, penghalusan menjadi pulp, pencampuran bahan, pencetakan lembaran, pengepresan, dan pengeringan.
Hasil pengolahan menunjukkan bahwa serat dari ampas sereh wangi dapat membentuk lembaran kertas dengan karakteristik yang sesuai untuk kertas seni dan produk kerajinan. Lembaran yang dihasilkan memiliki tekstur dan tampilan serat alami yang memberikan karakter visual khas dibandingkan kertas konvensional. Keberadaan serat sereh wangi pada lembaran juga menjadi identitas utama produk.
Dari sisi proses, pemanfaatan ampas penyulingan memberikan alternatif terhadap penggunaan bahan baku serat baru karena memanfaatkan material yang sebelumnya merupakan sisa proses produksi. Dengan demikian, proses pembuatan CITROPAPER tidak hanya menghasilkan produk bernilai guna, tetapi juga menerapkan prinsip pemanfaatan kembali limbah (upcycling) dan mendukung konsep ekonomi sirkular.
Hasil Akhir & Dampak Penerapan
Secara keseluruhan, hasil analisa proses menunjukkan bahwa ampas penyulingan daun sereh wangi memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan baku alternatif kertas seni, terutama untuk produk kreatif seperti kartu ucapan, sampul, kemasan, hiasan, dan berbagai kerajinan berbasis kertas. Pengembangan lebih lanjut dapat dilakukan melalui optimasi komposisi pulp, bahan perekat, waktu pemasakan, serta metode pengepresan dan pengeringan untuk memperoleh karakteristik kertas yang lebih seragam dan sesuai dengan kebutuhan pengguna.

